Kota Kediri dikenal sebagai salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki kehidupan keagamaan yang harmonis. Dalam semangat menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama, LDII Kota Kediri menggelar Pengajian Akbar dan Silaturahmi Tokoh Agama yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terus berkomitmen membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, atau persaudaraan sesama umat Islam, sesama warga bangsa, dan sesama manusia.
Pengajian Akbar LDII Kota Kediri di Tengah Antusiasme Ribuan Jamaah
Acara Pengajian Akbar LDII Kota Kediri diadakan di Masjid Baitul Muttaqin, salah satu masjid besar binaan LDII, dengan tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Persaudaraan, dan Meningkatkan Ketakwaan.”
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Kediri, Kemenag Kota Kediri, MUI, dan tokoh-tokoh lintas ormas Islam.
Dalam sambutannya, Ketua DPD LDII Kota Kediri menyampaikan bahwa pengajian ini bukan hanya ajang ibadah, tetapi juga wadah memperkuat tali silaturahmi antarumat Islam, terutama di tengah tantangan perbedaan pandangan dan arus digitalisasi dakwah yang cepat.
“LDII ingin menegaskan bahwa Islam adalah agama yang damai, penuh kasih sayang, dan mengajarkan kerja sama untuk kebaikan,” ujarnya.
Sinergi LDII dengan Pemerintah dan Tokoh Agama
Kegiatan ini memperlihatkan eratnya hubungan LDII Kota Kediri dengan berbagai unsur pemerintahan dan lembaga keagamaan.
Wali Kota Kediri dalam pidatonya mengapresiasi kontribusi LDII yang konsisten membangun masyarakat religius dan produktif.
“Kami bangga dengan LDII yang bukan hanya berdakwah di masjid, tapi juga turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan sosial, lingkungan, dan ekonomi,” kata Wali Kota Kediri.
Sementara itu, perwakilan MUI Kota Kediri juga menegaskan bahwa LDII merupakan bagian integral dari umat Islam di Indonesia yang aktif mempromosikan Islam wasathiyah atau moderasi beragama.
Penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Moderasi Beragama
Salah satu fokus utama pengajian ini adalah penguatan ukhuwah Islamiyah, atau persaudaraan antarumat Islam.
Penceramah utama, Ustaz H. Ahmad Junaedi, menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan pemahaman dan ormas.
“Perbedaan dalam memahami agama jangan dijadikan alasan untuk berpecah. Justru dari perbedaan itu, kita bisa saling belajar dan saling menguatkan,” jelasnya.
LDII melalui kegiatan seperti ini ingin menunjukkan bahwa dakwah Islam sejati adalah dakwah yang menyatukan, bukan memecah-belah.
Peran Generasi Muda LDII dalam Acara
Acara pengajian akbar ini juga melibatkan generus LDII (generasi penerus) sebagai panitia dan pengisi acara.
Mulai dari tim dokumentasi, tim kebersihan, hingga kelompok nasyid dan hadrah semuanya dikelola oleh generasi muda LDII.
Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa LDII Kota Kediri tidak hanya fokus pada penguatan spiritual, tetapi juga pembinaan karakter dan tanggung jawab sosial generasi muda.
Beberapa generus LDII juga tampil membawakan puisi bertema “Pemuda Islam Cinta Tanah Air” yang mendapat tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
LDII sebagai Penggerak Dakwah dan Sosial di Kota Kediri
Selain menggelar pengajian akbar, LDII Kota Kediri juga rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, seperti:
- Donor darah dan bakti sosial,
- Program bersih masjid dan kampung,
- Santunan anak yatim dan dhuafa,
- serta penyuluhan lingkungan dan ketahanan pangan.
Kegiatan-kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa LDII menjalankan dakwah bil hal, yakni dakwah melalui tindakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi LDII dengan MUI dan Kemenag
Dalam acara tersebut, LDII juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam hal pembinaan umat.
Perwakilan Kemenag Kota Kediri menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan LDII yang selalu mengedepankan nilai persaudaraan dan kedamaian.
“LDII menjadi contoh organisasi Islam yang disiplin, taat aturan, dan aktif menjaga ukhuwah. Kami mendukung penuh kegiatan LDII yang mendorong semangat kebersamaan dan kemandirian umat,” ujar perwakilan Kemenag.
Dakwah dengan Pendekatan Santun dan Edukatif
LDII dikenal dengan gaya dakwahnya yang santun, rasional, dan berbasis ilmu. Dalam berbagai kesempatan, LDII selalu menekankan pentingnya menyampaikan ajaran Islam dengan hikmah dan nasihat yang baik, sesuai dengan perintah Al-Qur’an.
Melalui forum pengajian akbar, LDII ingin menanamkan kepada jamaah bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan dengan Allah, tetapi juga hubungan antar manusia.
Dengan demikian, LDII Kota Kediri berperan aktif dalam menjaga keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal.
LDII dan Persatuan Umat Islam di Kediri
Kegiatan silaturahmi tokoh agama yang diadakan LDII ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Al-Irsyad.
Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa umat Islam di Kediri siap bersatu dalam semangat kebangsaan.
“LDII bukan pesaing ormas lain, melainkan saudara dalam iman yang memiliki tujuan sama, yaitu menegakkan Islam dan membangun bangsa,” ujar salah satu tokoh agama dalam forum tersebut.
Momentum ini mempertegas bahwa LDII Kota Kediri adalah bagian dari kekuatan umat Islam yang solid dan toleran.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Bagi masyarakat Kediri, pengajian akbar LDII bukan sekadar acara keagamaan, tetapi juga ajang mempererat hubungan sosial antarwarga.
Banyak warga mengaku senang bisa mengikuti acara ini karena merasa mendapatkan pencerahan spiritual sekaligus inspirasi kehidupan.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran sosial dan gotong royong, yang menjadi ciri khas masyarakat Kediri.
Acara Pengajian Akbar dan Silaturahmi Tokoh Agama LDII Kota Kediri menjadi cermin dari semangat dakwah yang inklusif, damai, dan membangun persaudaraan.
Melalui kegiatan ini, LDII menunjukkan perannya bukan hanya sebagai lembaga dakwah, tetapi juga sebagai penjaga kerukunan dan penggerak kebersamaan umat.
Dengan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, MUI, dan masyarakat luas, LDII Kota Kediri siap melangkah maju dalam mewujudkan Kediri yang religius, harmonis, dan sejahtera